Ku beri satu pena untuk kau tulis sebait resah
Ku beri selembar kertas agar menjadi indah
Menulis, mengarang, menggambar seutuhnya
Kuberi pengikat agar menjadi erat
Dan kupajang tanpa di bakar
Pada Selembar kertas yang kau tulis
Aku berdiri bertemankan air dan api
Pada air yang tak karuan
Pada api yang menakutkan
Seakan menjerit-jerit
Meratapi nasib
Akan sebuah kesakitan yang berantakan.
Lalu ku terdiam
dan Dia katakan
Kehidupan yang membosankan
Sesekali ku menangis,,
Sesekali ku menepis kegaduhan hati yang bising
Yang terus mengusik secara fanatik
Yang tak kunjung membaik
Tapi rasa tetaplah ada
Untuk dia yang jauh dari bayang-bayang
Untuk dia yang duduk disana.
Dengan do'a .
Janji hanya tinggal janji
Cinta di kumandangkan
Rindu selalu berujung pilu
Resah menunggu
Hingga urung tuk kita bertemu
Orang lupa sopan
Tapi sering ingat mantan
Orang banyak harta
Mudah buat dosa
Orang bilang cinta
Hanya Orang biasa
Orang ngajak nikah
Hikmah yang indah
Orang biberbicara ini
Jawab hanya begini
Susah sekali
Dunia ini untuk kau pahami dan dimengerti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar