Label

Kamis, 18 Januari 2018

Antara Kepentingan pribadi dengan diskriminasi



       Manusia di ciptakan bukan untuk di caci tapi dihormati dan terlepas dari kepentingan pribadi manusia bertekad untuk menjadi paling terbaik di antara yang baik. Hanya saja banyak orang mewacanakan untuk mencampur adukan antara urusan pribadi dengan urusan manusiawi. Lalu apakah diskriminasi sebagai ujung tombak untuk memperbaiki tembok yang rusak dan sudah peot karena ulah segelintir manusia yang rindu akan kekuasaan.        Paradigma yang berlawanan memang tidak dapat di pungkiri jika salah seseorang yang bertekad berjuang di kepemimpinan hanya berpotensi untuk memunculkan masa orde pertikaian. Lalu saat ini dimana mahasiswa yang katanya agent of change dan penyambung lidah rakyat jika mahasiswa sendiri saja masih ada yang melakukan hal yang kotor dan molor akan sebuah tanggung jawabnya.        Potensi mahasiswa jaman now yang dibilang sangat kritis dan lebih tepatnya mungkin krisis atau lebih parahnya lagi miris. Hal yang demikianlah harus di kaji lebih detail dan wajib mempunyai purpose yang sudah dirumuskan secara bersama, Jangan merasa heran jika mahasiswa di masa mendatang hanya sebagai bumbu penyedap pendidikan saja. Bukan malah sebagai pendongrak,pelopor, pencipta dan sebagainya guna membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat.      Terkait hal yang demikian untuk itu perlu adanya peningkatan kecerdasan yang bukan memusatkan ranah ideologi secara personal apalagi di alokasikan untuk membangun kesejahteraan demi puaskan kenikmatan untuk perorangan saja bukan untuk keseluruhan. Diskrimisasi bukan jalan satu-satunya untuk melangkah menuju sebuah prestasi. Karena prestasi yang di hargai adalah yang kau syukuri. Mulailah ketahui bahwa mahasiswa adalah bukan sosok yang menyeramkan untuk di bilang suram. Tapi menyenangkan untuk di bilang menang. 19.12.2017 Angga Dita Prasetya Wibowo


Tidak ada komentar:

Posting Komentar