Mau Jadi FATAMORGANA?
Tengoklah sejenak akan perbuatan yang kau ciptakan atas dasar yang kau impi-impikan, mungkin itu seperti bermain, tertawa atau menangis dan masih banyak lagi.
ada sisi dimana seseorang menikmati keseharian yang tak pernah terlupakan tapi ada juga sisi dimana seseorang lupa akan keseharianya dan ketika saat itu munculah gerakan yang dapat diperkirakan itu semua hanyalah " fatamorgana ". Bukan berarti tidak menikmati akan keseharian yang di laluinya. Tapi berkaca pada sisi apakah kenikmatan itu muncul tiap kali kau melakukan keseharian yang kau lupakan?.
Sedikit membingungkan memang, tapi ketika kita melakukan hal yang menurut kita baik dan berguna maka sesekali tengok keseharian apa yang kau lupakan pula pada saat itu,!
" kau menikmati apa yang kau lakukan, lalu melupakan yang harus kau lakukan" sebagian tidak etis memang ketika beranggapan bahwa manusia itu tidak butuh "hiburan".
Ibarat kecoa yang ingin jadi kupu-kupu, lalu terbang bagaikan kupu-kupu dan jatuh seperti kecoa, komponen seperti itulah yang membuat lupa akan apa yg seharusnya di lakukan dan sesuai faedahnya.
Representasikanlah akal sehat dimana itu bergerak agar jauh dari kata "fatamorgana" tapi dekat dengan kata "Dharma".
20.01.2018
Angga Dita Prasetya Wibowo
x
Tidak ada komentar:
Posting Komentar