Label

Sabtu, 20 Januari 2018

Pen"demo" vs Pen"nolak"

                 Pen"demo" vs Pen"nolak"

Dalam sebuah kehidupan haruslah tau! Tahu sudut pandang orang lain, supaya tidak ada kata "sombong".


PD:  "mari bentuk aliansi mahasiswa!   Jangan jadi maha siswa apatis! Mahasiswa kupu-kupu! atau K3 (kuliah,kos dan Kampung)".

N : " mahasiswa @@@@@! Di kadalin mau wkwk, lucu memang,,, mahasiswa kok gitu? kalian tidak tahu maksud dan tujuannya kan? Lah ya ngapain ikut-ikutan begok, hanya bermodalkan segelintir informasi lalu lu telen dalem-dalem dan di kuatkan oleh dedengkot yang dikira paham akan hal itu. SALAH!"

PD: "kita kawal bersama, buktikan kita mahasiswa agent of change, jangan sampai rakyat menderita, HIDUP MAHASISWA!!!".

N : "kapan ada waktu untuk kau merubah nilai mu yang kau anggap tidak penting!? Dan cobalah buka akal sehat secara etis tentang kenapa kamu bisa kuliah? Kamu nggk iri ketika nggk kuliah? atau iri ketika temen lu nggk masuk ngampus gegara demo!"

Tahun 1965 mahasiswa membuat aksi besar-besaran di ibu kota jakarta dengan mengkudeta presiden Soeharto dan peristiwa itu menjadi sejarah. apakah demo itu keinginan dari mahasiswa? Iya!

Jadi, berpandailah dalam menanggapi informasi jangan membawa yang lain masuk dalam kebodohan dengan hanya ikut'ikutan, demo itu sangat penting ketika kita terjun dan tahu akan informasi dan teknis yang bersangkutan. Bukan malah ikut yang nggak jelas(idealism).
Akan merasa happy dengan melakukan demo(bersih) - masyarakat/ sekolompok orang bisa merasakan yang semestinya dirasakan. Dan tahu apa itu mahasiswa? Celetuk(masyarakat)

Angga dita prasetya wibowo
20.01.2017

Tidak ada komentar:

Posting Komentar